AKIBAT HETEROGENITAS MASYARAKAT

Masyarakat menjadi RAWAN KONFLIK
TEORI KONFLIK DIALEKTIKA
MEMANDANG BAHWA PERUBAHAN SOSIAL TIDAK TERJADI MELALUI PROSES PENYESUAIAN NILAI-NILAI YANG MEMBAWA PERUBAHAN, TETAPI TERJADI AKIBAT ADANYA KONFLIK YANG MENGHASILKAN KOMPROMI-KOMPROMI YANG BERBEDA DENGAN KONDISI SEMULA
Tokoh: DAHRENDORF
ASUMSI DASAR TEORI KONFLIK DIALEKTIKA
1.PERUBAHAN SOSIAL merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat
2.KONFLIK dalah gejala yang melekat pada setiap masyarakat
3.SETIAP UNSUR didalam suatu masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya DISINTEGRASI dan PERUBAHAN-PERUBAHAN SOSIAL
4.Setiap masyarakat terintegrasi diatas PENGUASAAN atau DOMINASI oleh sejumlah orang atas sejumlah orang-orang yang lain
Menurut penganut teori KONFLIK:
KONFLIK TIDAK BISA DILENYAPKAN, TETAPI HANYA BISA DI KENDALIKAN
AGAR KONFLIK LATENT TIDAK MENJADI MANIFEST DALAM BENTUK VIOLENCE/KEKERASAN
BENTUK PENGENDALIAN KONFLIK
1.KONSILIASI (CONCILIATION)
2.MEDIASI
3.(MEDIATION)
4.PERWASITAN
5.(ARBITRATION)
KONSILIASI (CONCILIATION)
TERWUJUD MELALUI LEMBAGA-LEMBAGA TERTENTU YANG MEMUNGKINKAN TUMBUHNYA POLA DISKUSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DIANTARA FIHAK-FIHAK YANG BERKONFLIK
Dilakukan dengan
cara-cara damai
LEMBAGA-LEMBAGA berfungsi EFFEKTIF jika:
Bersifat OTONOM dengan WEWENANG untuk MENGAMBIL KEPUTUSAN tanpa CAMPUR TANGAN fihak lain
Kedudukan lembaga tersebut dalam masyarakt bersifat MONOPOLISTIS (hanya lembaga tersebut yang berfungsi demikian)
Peran lembaga harus mampu MENGIKAT KELOMPOK KEPENTINGAN yang BERLAWANAN. Termasuk KEPUTUSAN-KEPUTUSAN yang di HASILKAN
Harus bersifat DEMOKRATIS
PRASYARAT KELOMPOK KEPENTINGAN UNTUK KONSILIASI
Masing-masing kelompok SADAR sedang BERKONFLIK
Kelompok-kelompok yang berkonflik TERORGANISIR secara JELAS
Setiap kelompok yang berkonflik harus PATUH pada RULE OF THE GAMES
MEDIASI (MEDIATION)
Fihak yang berkonflik sepakat menunjuk fihak KETIGA untuk memberi “nasehat-nasehat” penyelesaian konflik
TUJUANNYA
MENGURANGI IRASIONALITAS KELOMPOK YANG BERKONFLIK
PERWASITAN (ARBITRATION
Dilakukan/terjadi jika fihak yang bersengketa bersepakat untuk menerima atau “terpaksa” menerima hairnya fihak ketiga yang akan memberikan “keputusan-keputusan” tertentu untuk mengurangi konflik
Jika pengendalian konflik efektif maka:
KONFLIK AKAN MENJADI KEKUATAN PENDORONG TERJADINYA PERUBAHAN-PERUBAHAN SOSIAL YANG TERUS BERLANJUT

Comments